Menikmati Tanteku Rame-Rame Bersama Teman
Panggil saja aku Deni, Aku laki-laki yang masih berumur 25 tahun. Saat ini, Aku kuliah di Kalimantan dan tinggal bersama tanteku yang biasa aku panggil Tante Vina. Umurnya sekitar 30 tahun, tingginya sekitar 160cm dan dadanya 'wooow…' mungkin berukuran 36 B serta pantatnya yang sungguh sekal. Tante Vina adalah janda kembang yang bekerja sebagai seorang akuntan.
Sebagai lelaki normal siapa saja yang melihat Tante Vina pasti akan terpesona,tidak terkecuali aku. Suatu sore saat Tante Vina sedang mandi, aku memberanikan diri untuk mengintip lewat lubang kunci kamar mandi. Aku melihat dengan jelas tubuh polos dirinya, payudaranya yang besar dan indah sangat mantap jika bisa kunikmati.
Kulihat puting mungilnya yang bewarna kecoklatan, lembahnya yang ditutupi oleh bulu-bulu halus, Secara tidak sadar bagian bawahku mulai membesar. Saat Tante Vina hedak keluar dari kamar mandi, Aku segera meninggalkan kamar mandi dan duduk disofa ruang santai. Masih terlintas bayangan tubuh polos Tante Vina tadi, Aku melihat Tante Vina menuju kamarnya hanya dengan berbalut handuk. Terlihat pantatnya yang sekal dan rasanya ingin sekali aku meremasnya. Dan sampai aku memikirkan untuk meniduri Tante Vina. AGEN POKER TERPERCAYA
Saat malam sudah menunjukkan hampir tengah malam, aku bergegas untuk pergi tidur. Keesokan harinya, aku bangun dari ranjangku dan segera bergegas menuju kamar mandi. Aku lihat Tante Vina sudah siap untuk ke kantor, saat sedang asyik mandi tiba-tiba saja Tante Vina mengetuk pintu kamar mandi.
"Tante berangkat dulu ya…" ucapnya.
"Ya tante..." jawabkuku.
Setelah mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, Aku segera menuju garasi dan menyalakan motor Ninja 250cc milikku. Seusai kuliah, aku segera menemui ke 4 temanku yang juga memiliki maniak sex. Kami berlima segera merencanakan untuk mengerjai Tante Vina, Kami berlima menunggu Tante Vina dipersimpangan jalan dekat kantornya. Saat hari sudah sore, mobil yang ditunggu akhirnya keluar dari kantor. Kami segera mengikuti Tante Vina dari belakang, Didalam mobil aku menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Tante Vina.
Akhirnya Tante Vina sampai dirumahnya, Aku melihat keadaan disekitarku sepi. Segera saja aku turun dari mobil, lalu menyekap hidung tante dari belakang dengan menggunakan saputangan yang sudah diberi Chlorofom. Tante sempat meronta-ronta tapi tangan kananku mencengkram kuat tubuhnya, Tidak berapa lama kemudian tante pun tertidur. Aku segera menggendong tubuhnya dan segera berlari menuju mobil, Alvin segera memembukakan pintu mobil untukku.
Sementara itu, Budi segera memasukkan Mercy S Class tante kedalam garasi. Setelah Budi selesai, kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya .Setelah didalam mobil, aku segera melepasan topeng yang aku kenakan.
"Kamu gila juga ya Den, masa Tante sendiri mau ditiduri.." ucap Budi kepadaku.
"Tante kamu sexy juga ya..." ucap Alvin yang duduk disebelah Tante seraya meremas dadanya.
"Eh... Bud, kamu bawa handycamkan?" tanyaku kepada Budi yang duduk dibelakang.
"Bawa..." ucapnya seraya mengeluarkan handycam dari ranselnya.
"Siap rekam Bud?" tanyaku seraya mengulum bibir sexy Tante.
Aku dan Alvin bergantian mengulum bibir sexy Tante dan meremas-remas dadanya yang sekal itu, Sementara Budi asyik merekam adegan kami. Tedy yang duduk didepanku dan Robi yang sedang menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yang ada dimobil. 30 menit kemudian, kami sampai digudang tua yang sudah tidak terpakai. Mobil Avanza milik Robi diparkir didalam gudang, Kami pun segera turun.
Aku menggendong tubuh Tante Vina yang tengah tertidur dan segera mencari tempat untuk membaringkan tubuh Tante Vina. Aku menemukan sebuah meja besar, usang dan berdebu. Aku segera membaringkan tubuhnya ke meja tersebut, Kami pun mengundi untuk menentukan siapa yang pertama menikmati tubuhnya.
Betapa beruntungnya aku hari itu karena aku yang pertama menikmati tubuh Tante Vina, yang berikutnya Tedi, Budi, Robi dan yang terakhir Alvin.
"Shit… aku dapat ampas…!!!" gerutu Alvin.
Aku segera melepaskan celana jeansku, kemudian kulepaskan CD-ku dan penisku yang sudah mengeras segera meloncat keluar. Kemudian, kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Tante Vina. Setelah melepas kancing terakhirnya, aku segera melepaskan kemejanya dan melemparnya ke lantai.
"Wooow…." sontak Budi yang merekam tubuh tante.
Setelah itu, aku mebuka pengait resleting rok warna hitamnya dan kuturunkan perlahan-lahan dan melempar roknya ke lantai. Kini tubuh tante hanya berbalut BH warna hitam dan CD dengan warna yang sama. Aku segera naik ke meja dan melumat bibir sexy-nya, kujilati belakang telinga kanannya dan kugigit mesra telinga kanannya. Setelah puas, aku segera melepaskan pengait BH-nya. Setelah lepas, segera kujatuhkan BH hitamnya kelantai.
Kini dihadapanku terhampar tubuh polos bagian atas milik Tante Vina, Kuraba-raba dan kuremas-remas perlahan payudaranya. Remasanku perlahan-lahan semakin keras, puas meremas dadanya aku segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya. Setelah puas, aku segera menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya. Kujilati puting yang kanan lalu yang kiri berulang-ulang seraya tanganku meremas-remas dadanya, Ke 4 temanku duduk di lantai sambil menyaksikan adeganku dengan Tante Vina.
Puas dengan dadanya, segera kulepaskan CD sexy warna hitam miliknya. Setelah itu, kulemparkan CD-nya kelantai. Aku takjub dengan Vaginanya yang ditumbuhi reremputan kecil
"Damn…. Shiit…." sontak Budi lagi.
Aku meraba-raba bibir Vaginanya yang ditumbuhi rerumputan kecil, Kumasukan jari tengahku kedalam vaginanya. Kucoblos-cobloskan jari tengahku, semakin lama semakin liar. Setela puas segera kulepaskan jari tengahku dari vaginanya, Lalu kujilat-jilati berulang-ulang, Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari vagina Tante Vina.
"Hm… tampaknya tante orgasme nih.." ucapku dalam hati.
Setelah itu, aku mulai mengepaskan Penisku dengan Vaginanya. Setelah Penisku masuk semuanya, aku segera menggerakkan maju-mundur tubuhku. Penisku dengan leluasa keluar masuk di Vaginanya, Sementara bibirku asyik melumat bibir sexy miliknya dan tanganku memeluk punggung sintalnya. Beberapa menit kemudian, aku tidak sanggup lagi menahan gejolak spermaku yang akan keluar hingga akhirnya spermaku keluar didalam vaginanya. Aku kemudian melepaskan Penisku yang belepotan cairanku dan cairan dari vagina Tante Vina, Kubuka mulutnya sexy-nya dan kuhadapkan ke penisku, lalu kumasukkan penisku kedalamnya. Kumaju-mundurkan kepala tante, Lalu spermaku keluar lagi didalam mulutnya.
Setelah itu, giliran Tedi, kulihat Tedi membersihan sisa-sisa spermaku di Vagina dan bibir Tante Vina.
Kini giliranku melihat adegan sex tanteku dengan Tedi, Tedi melalukan adegan sex yang hampir sama dengan apa yang aku praktekkan tadi. Beberapa menit pun berlalu dan Tedi pun sudah selesai ngesex dengan tanteku, Kini giliran si Budi. Saat giliran Budi, aku yang menjadi cameramennya untuk adegan sex mereka. Selama beberapa menit bermain di ganti lagi dengan Robi hingga akhirnya giliran Alvin yang terakhir.
Setelah semuanya menikmati tubuh Tante Vina, Kami merasakan perasaan tidak puas hanya ngesex sekali dengan Tante Vina. Kami pun menggilirnya lagi sesuai dengan undian tadi, Kami menggilirnya sampai kami merasa puas. Saat waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi dan saat sedang giliran Alvin ngesek dengan tante, tante perlahan-lahan mulai sadar. Aku segera melempar topeng ke Alvin dan semuanya segera memakai topeng.
Saat Tante Vira sepenuhnya tersadar, Tante terkejut saat melihat tubuhnya bugil dan penis Alvin yang masih menancap divaginanya, Tangan Robi mencoba menahan gerakan kedua tangannya. Tampaknya Alvin kewalahan menghadapinya sehingga kami pun segera membantu Alvin memegangi tangan, kaki dan tubuhnya erat-erat.
"Diam….!!!!" bentak Budi seraya memukulkan pistol mainan itu kepelipis kiri Tante Vina.
"Apa mau kalian?" tanyanya sambil menangis.
"Yang kami mau adalah tubuh kamu yang sexy untuk melayani nafsu kami.." ucap Budi menunjuk kearah kami semua, Tante Vina pun terlihat pasrah dan terus menangis tidak percaya kalau tubuhnya akan kami gilir semalaman.
Alvin segera melanjutkan menggoyang tubuh tante, sementara Budi masih menodongkan pistol mainan ke kepala Tante Vina.
"Yaik…iihhh... aahhh" erang tante mengerang keras saat Alvin menggoyang tubuhnya dengan keras. Setelah puas menggoyang tubuh tante, Alvin segera mengeluarkan spermanya didalam Vaginanya.
Setelah itu, giliranku untuk menikmati tubuh Tante lagi. Kutarik paksa kedua tangan tante, lalu menyuruh tante berlutut. Kujejalkan Penisku dibibir indahnya, Kupaksa bibirnya agar membuka. Lalu, kujejalkan Penisku didalam bibirnya. Kulihat Tante Vina menangis, tapi kuacuhkan saja. Kugerakkan kepalanya maju mundur dengan paksaan tanganku, Puas dengan gerakkan tadi aku segera menyuruh Tante berbaring di meja. Aku tarik tubuh indahnya hingga ke tepi meja dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi.
Kemudian, Kumasukkan penisku dengan keras kedalam Vaginanya. Kugoyang keras tubuhnya seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya.
"Aahh… aahh…aahh.." erangnya saat kugoyang lebih keras seraya menitikkan air mata
Lalu, aku naik ke ke meja dan menyuruh tante untuk posisi menunging. Segera kumasukkan penisku kedalam vaginanya, Dinding vaginanya seolah menekan keras penisku. Segera kugoyang hebat tubuhnya, kuremas-remas pantat sintalnya dan sesekali aku remas dadanya yang menggantung mengikuti irama. Kuletakkan kedua tangan tante dipunggungnya, lalu kutarik punggungnya kebelakang. Kukecupi telinga kanan dan kugigit mesra telinga kanannya, Kemudian kugoyang hebat tubuhnya dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan keras.
"Oohh…. Aahh…Aahh" erangnya.
Spermaku sudah tidak sabar untuk keluar, Segera saja kutumpahkan spermaku didalam vaginanya. Setelah itu aku berencana membuat adegan yang lebih hot lagi. Aku, Tedi, Budi bergabung satu group, sementara Robi dan Alvin bergabung satu group. Aku segera tidur terlentang diatas meja, lalu kusuruh Tante Vina naik keatas tubuhku. Tante Vina mengepaskan vaginanya dengan penisku, Setelah masuk tante menggoyang tubuhnya perlahan.
Tante tidak tahu kalau Tedi naik ke meja tepat dibelakangnya, Tedi segera menunggingkan tubuhnya dan mengepaskan penisnya dengan lubang duburnya. Perlahan-lahan penis Tedi mulai masuk dilubang dubur Tante dan sempat meronta-ronta kesakitan saat penis Tedi yang besar itu masuk kelubang duburnya. Darah segar keluar dari lubang dubur Tante Vina, Tedi segera menggoyang tubuh tante perlahan.
Aahh…Aahh..Aahh" erangnya.
Saat tante mengerang kenikmatan, Budi segera naik ke atas meja dan berdiri tepat dihadapan Tante Vina. Budi mengangkat kepala Tante Vina dan menjejalkan penis perkasanya dimulutnya, Kini mulut tante asyik mengulum penis Budi. Gerakkan kami bertiga semakin liar, Tedi dibelakang, aku tepat dibawahnya, sementara Budi tepat dihadapannya.
Goyangan kami semakin menggila, adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit. Tedi yang pertama mengeluarkan spermaya dilubang dubur tante, kedua segera kukeluarkan spermaku didalam vaginanya dan tak lama kemudian disusul Budi yang mengeluarkan di mulutnya.
Setelah puas, kami segera turun dari meja. Tampak tubuh tante terkulai lemas dan tidak berdaya, Alvin dan Robi mulai membersihkan sisa-sisa sperma kami disekitar lubang dubur, vagina dan mulutnya. Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada tante, Mereka berdua mulai melakukan adegan yang sama dengan kami bertiga lakukan.
Beberapa menit pun berlalu, Alvin dan Robi tampaknya sudah selesai menggoyang tubuhnya. Aku memberikan waktu beberapa menit untuk tante mengatur nafas, Setelah nafasnya kembali normal aku tarik kedua tangannya dan suruh dia berlutut. Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju tubuh tante. Kami segera mengocok penis masing-masing, Lalu kami menyemburkan sperma secara bersamaan kewajah tante.
"Crooot…. crottt… crooottt…." sperma kami membasahi wajah, rambut dan sebagian dadanya.
Kini wajahnya penuh dengan cairan sperma kami, Aku segera menjejalkan penisku kemulutnya. Kugerakkan maju-mundur kepalanya, Setelah penisku bersih dari bercak sperma kini giliran keempat temanku melakukan hal yang sama denganku. Budi mengambil lap kering dan melemparkannya ke tante, Budi menyuruh tante untuk mengelap wajahnya dengan lap itu. Sementara aku mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yang tadi tante kenakan. Aku menggunting dibagian bawah dadanya, lalu menggunting kedua lengan kemejanya. Setelah wajah tante bersih, aku melemparkan kemeja dan roknya yang telah kumodifikasi sedikit.
Kemudian, aku menyuruhnya untuk memakainya kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian rok-nya tanpa CD. Tubuh tante sangat sexy memakai kemeja dan roknya yang telah kumodifikasi sedikit, Robi berpura-pura menanyakan alamat rumah tante. Tante Vina pun menjawabnya secara terbata-bata, Kami segera menyuruhnya untuk menaiki mobil.
Mereka segera menghidupkan mesin mobilnya, Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Selama didalam mobil, aku dan Alvin bergiliran menciumi bibir tante. Sementara itu, tangan kananku meremas dada kiri tante sedangkan tangan kanan Alvin meremas dada kanannya.
Kira-kira pukul 04.30 kami telah tiba dirumah Tante Vina, Kami segera menarik paksa tubuhnya turun dari mobil. Aku melihat tubuhnya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka pintu garasi, Sementara mobil yang kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Tante Vina. AGEN POKER TERPERCAYA
Sebagai lelaki normal siapa saja yang melihat Tante Vina pasti akan terpesona,tidak terkecuali aku. Suatu sore saat Tante Vina sedang mandi, aku memberanikan diri untuk mengintip lewat lubang kunci kamar mandi. Aku melihat dengan jelas tubuh polos dirinya, payudaranya yang besar dan indah sangat mantap jika bisa kunikmati.
Kulihat puting mungilnya yang bewarna kecoklatan, lembahnya yang ditutupi oleh bulu-bulu halus, Secara tidak sadar bagian bawahku mulai membesar. Saat Tante Vina hedak keluar dari kamar mandi, Aku segera meninggalkan kamar mandi dan duduk disofa ruang santai. Masih terlintas bayangan tubuh polos Tante Vina tadi, Aku melihat Tante Vina menuju kamarnya hanya dengan berbalut handuk. Terlihat pantatnya yang sekal dan rasanya ingin sekali aku meremasnya. Dan sampai aku memikirkan untuk meniduri Tante Vina. AGEN POKER TERPERCAYA
Saat malam sudah menunjukkan hampir tengah malam, aku bergegas untuk pergi tidur. Keesokan harinya, aku bangun dari ranjangku dan segera bergegas menuju kamar mandi. Aku lihat Tante Vina sudah siap untuk ke kantor, saat sedang asyik mandi tiba-tiba saja Tante Vina mengetuk pintu kamar mandi.
"Tante berangkat dulu ya…" ucapnya.
"Ya tante..." jawabkuku.
Setelah mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, Aku segera menuju garasi dan menyalakan motor Ninja 250cc milikku. Seusai kuliah, aku segera menemui ke 4 temanku yang juga memiliki maniak sex. Kami berlima segera merencanakan untuk mengerjai Tante Vina, Kami berlima menunggu Tante Vina dipersimpangan jalan dekat kantornya. Saat hari sudah sore, mobil yang ditunggu akhirnya keluar dari kantor. Kami segera mengikuti Tante Vina dari belakang, Didalam mobil aku menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Tante Vina.
Akhirnya Tante Vina sampai dirumahnya, Aku melihat keadaan disekitarku sepi. Segera saja aku turun dari mobil, lalu menyekap hidung tante dari belakang dengan menggunakan saputangan yang sudah diberi Chlorofom. Tante sempat meronta-ronta tapi tangan kananku mencengkram kuat tubuhnya, Tidak berapa lama kemudian tante pun tertidur. Aku segera menggendong tubuhnya dan segera berlari menuju mobil, Alvin segera memembukakan pintu mobil untukku.
Sementara itu, Budi segera memasukkan Mercy S Class tante kedalam garasi. Setelah Budi selesai, kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya .Setelah didalam mobil, aku segera melepasan topeng yang aku kenakan.
"Kamu gila juga ya Den, masa Tante sendiri mau ditiduri.." ucap Budi kepadaku.
"Tante kamu sexy juga ya..." ucap Alvin yang duduk disebelah Tante seraya meremas dadanya.
"Eh... Bud, kamu bawa handycamkan?" tanyaku kepada Budi yang duduk dibelakang.
"Bawa..." ucapnya seraya mengeluarkan handycam dari ranselnya.
"Siap rekam Bud?" tanyaku seraya mengulum bibir sexy Tante.
Aku dan Alvin bergantian mengulum bibir sexy Tante dan meremas-remas dadanya yang sekal itu, Sementara Budi asyik merekam adegan kami. Tedy yang duduk didepanku dan Robi yang sedang menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yang ada dimobil. 30 menit kemudian, kami sampai digudang tua yang sudah tidak terpakai. Mobil Avanza milik Robi diparkir didalam gudang, Kami pun segera turun.
Aku menggendong tubuh Tante Vina yang tengah tertidur dan segera mencari tempat untuk membaringkan tubuh Tante Vina. Aku menemukan sebuah meja besar, usang dan berdebu. Aku segera membaringkan tubuhnya ke meja tersebut, Kami pun mengundi untuk menentukan siapa yang pertama menikmati tubuhnya.
Betapa beruntungnya aku hari itu karena aku yang pertama menikmati tubuh Tante Vina, yang berikutnya Tedi, Budi, Robi dan yang terakhir Alvin.
"Shit… aku dapat ampas…!!!" gerutu Alvin.
Aku segera melepaskan celana jeansku, kemudian kulepaskan CD-ku dan penisku yang sudah mengeras segera meloncat keluar. Kemudian, kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Tante Vina. Setelah melepas kancing terakhirnya, aku segera melepaskan kemejanya dan melemparnya ke lantai.
"Wooow…." sontak Budi yang merekam tubuh tante.
Setelah itu, aku mebuka pengait resleting rok warna hitamnya dan kuturunkan perlahan-lahan dan melempar roknya ke lantai. Kini tubuh tante hanya berbalut BH warna hitam dan CD dengan warna yang sama. Aku segera naik ke meja dan melumat bibir sexy-nya, kujilati belakang telinga kanannya dan kugigit mesra telinga kanannya. Setelah puas, aku segera melepaskan pengait BH-nya. Setelah lepas, segera kujatuhkan BH hitamnya kelantai.
Kini dihadapanku terhampar tubuh polos bagian atas milik Tante Vina, Kuraba-raba dan kuremas-remas perlahan payudaranya. Remasanku perlahan-lahan semakin keras, puas meremas dadanya aku segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya. Setelah puas, aku segera menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya. Kujilati puting yang kanan lalu yang kiri berulang-ulang seraya tanganku meremas-remas dadanya, Ke 4 temanku duduk di lantai sambil menyaksikan adeganku dengan Tante Vina.
Puas dengan dadanya, segera kulepaskan CD sexy warna hitam miliknya. Setelah itu, kulemparkan CD-nya kelantai. Aku takjub dengan Vaginanya yang ditumbuhi reremputan kecil
"Damn…. Shiit…." sontak Budi lagi.
Aku meraba-raba bibir Vaginanya yang ditumbuhi rerumputan kecil, Kumasukan jari tengahku kedalam vaginanya. Kucoblos-cobloskan jari tengahku, semakin lama semakin liar. Setela puas segera kulepaskan jari tengahku dari vaginanya, Lalu kujilat-jilati berulang-ulang, Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari vagina Tante Vina.
"Hm… tampaknya tante orgasme nih.." ucapku dalam hati.
Setelah itu, aku mulai mengepaskan Penisku dengan Vaginanya. Setelah Penisku masuk semuanya, aku segera menggerakkan maju-mundur tubuhku. Penisku dengan leluasa keluar masuk di Vaginanya, Sementara bibirku asyik melumat bibir sexy miliknya dan tanganku memeluk punggung sintalnya. Beberapa menit kemudian, aku tidak sanggup lagi menahan gejolak spermaku yang akan keluar hingga akhirnya spermaku keluar didalam vaginanya. Aku kemudian melepaskan Penisku yang belepotan cairanku dan cairan dari vagina Tante Vina, Kubuka mulutnya sexy-nya dan kuhadapkan ke penisku, lalu kumasukkan penisku kedalamnya. Kumaju-mundurkan kepala tante, Lalu spermaku keluar lagi didalam mulutnya.
Setelah itu, giliran Tedi, kulihat Tedi membersihan sisa-sisa spermaku di Vagina dan bibir Tante Vina.
Kini giliranku melihat adegan sex tanteku dengan Tedi, Tedi melalukan adegan sex yang hampir sama dengan apa yang aku praktekkan tadi. Beberapa menit pun berlalu dan Tedi pun sudah selesai ngesex dengan tanteku, Kini giliran si Budi. Saat giliran Budi, aku yang menjadi cameramennya untuk adegan sex mereka. Selama beberapa menit bermain di ganti lagi dengan Robi hingga akhirnya giliran Alvin yang terakhir.
Setelah semuanya menikmati tubuh Tante Vina, Kami merasakan perasaan tidak puas hanya ngesex sekali dengan Tante Vina. Kami pun menggilirnya lagi sesuai dengan undian tadi, Kami menggilirnya sampai kami merasa puas. Saat waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi dan saat sedang giliran Alvin ngesek dengan tante, tante perlahan-lahan mulai sadar. Aku segera melempar topeng ke Alvin dan semuanya segera memakai topeng.
Saat Tante Vira sepenuhnya tersadar, Tante terkejut saat melihat tubuhnya bugil dan penis Alvin yang masih menancap divaginanya, Tangan Robi mencoba menahan gerakan kedua tangannya. Tampaknya Alvin kewalahan menghadapinya sehingga kami pun segera membantu Alvin memegangi tangan, kaki dan tubuhnya erat-erat.
"Diam….!!!!" bentak Budi seraya memukulkan pistol mainan itu kepelipis kiri Tante Vina.
"Apa mau kalian?" tanyanya sambil menangis.
"Yang kami mau adalah tubuh kamu yang sexy untuk melayani nafsu kami.." ucap Budi menunjuk kearah kami semua, Tante Vina pun terlihat pasrah dan terus menangis tidak percaya kalau tubuhnya akan kami gilir semalaman.
Alvin segera melanjutkan menggoyang tubuh tante, sementara Budi masih menodongkan pistol mainan ke kepala Tante Vina.
"Yaik…iihhh... aahhh" erang tante mengerang keras saat Alvin menggoyang tubuhnya dengan keras. Setelah puas menggoyang tubuh tante, Alvin segera mengeluarkan spermanya didalam Vaginanya.
Setelah itu, giliranku untuk menikmati tubuh Tante lagi. Kutarik paksa kedua tangan tante, lalu menyuruh tante berlutut. Kujejalkan Penisku dibibir indahnya, Kupaksa bibirnya agar membuka. Lalu, kujejalkan Penisku didalam bibirnya. Kulihat Tante Vina menangis, tapi kuacuhkan saja. Kugerakkan kepalanya maju mundur dengan paksaan tanganku, Puas dengan gerakkan tadi aku segera menyuruh Tante berbaring di meja. Aku tarik tubuh indahnya hingga ke tepi meja dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi.
Kemudian, Kumasukkan penisku dengan keras kedalam Vaginanya. Kugoyang keras tubuhnya seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya.
"Aahh… aahh…aahh.." erangnya saat kugoyang lebih keras seraya menitikkan air mata
Lalu, aku naik ke ke meja dan menyuruh tante untuk posisi menunging. Segera kumasukkan penisku kedalam vaginanya, Dinding vaginanya seolah menekan keras penisku. Segera kugoyang hebat tubuhnya, kuremas-remas pantat sintalnya dan sesekali aku remas dadanya yang menggantung mengikuti irama. Kuletakkan kedua tangan tante dipunggungnya, lalu kutarik punggungnya kebelakang. Kukecupi telinga kanan dan kugigit mesra telinga kanannya, Kemudian kugoyang hebat tubuhnya dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan keras.
"Oohh…. Aahh…Aahh" erangnya.
Spermaku sudah tidak sabar untuk keluar, Segera saja kutumpahkan spermaku didalam vaginanya. Setelah itu aku berencana membuat adegan yang lebih hot lagi. Aku, Tedi, Budi bergabung satu group, sementara Robi dan Alvin bergabung satu group. Aku segera tidur terlentang diatas meja, lalu kusuruh Tante Vina naik keatas tubuhku. Tante Vina mengepaskan vaginanya dengan penisku, Setelah masuk tante menggoyang tubuhnya perlahan.
Tante tidak tahu kalau Tedi naik ke meja tepat dibelakangnya, Tedi segera menunggingkan tubuhnya dan mengepaskan penisnya dengan lubang duburnya. Perlahan-lahan penis Tedi mulai masuk dilubang dubur Tante dan sempat meronta-ronta kesakitan saat penis Tedi yang besar itu masuk kelubang duburnya. Darah segar keluar dari lubang dubur Tante Vina, Tedi segera menggoyang tubuh tante perlahan.
Aahh…Aahh..Aahh" erangnya.
Saat tante mengerang kenikmatan, Budi segera naik ke atas meja dan berdiri tepat dihadapan Tante Vina. Budi mengangkat kepala Tante Vina dan menjejalkan penis perkasanya dimulutnya, Kini mulut tante asyik mengulum penis Budi. Gerakkan kami bertiga semakin liar, Tedi dibelakang, aku tepat dibawahnya, sementara Budi tepat dihadapannya.
Goyangan kami semakin menggila, adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit. Tedi yang pertama mengeluarkan spermaya dilubang dubur tante, kedua segera kukeluarkan spermaku didalam vaginanya dan tak lama kemudian disusul Budi yang mengeluarkan di mulutnya.
Setelah puas, kami segera turun dari meja. Tampak tubuh tante terkulai lemas dan tidak berdaya, Alvin dan Robi mulai membersihkan sisa-sisa sperma kami disekitar lubang dubur, vagina dan mulutnya. Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada tante, Mereka berdua mulai melakukan adegan yang sama dengan kami bertiga lakukan.
Beberapa menit pun berlalu, Alvin dan Robi tampaknya sudah selesai menggoyang tubuhnya. Aku memberikan waktu beberapa menit untuk tante mengatur nafas, Setelah nafasnya kembali normal aku tarik kedua tangannya dan suruh dia berlutut. Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju tubuh tante. Kami segera mengocok penis masing-masing, Lalu kami menyemburkan sperma secara bersamaan kewajah tante.
"Crooot…. crottt… crooottt…." sperma kami membasahi wajah, rambut dan sebagian dadanya.
Kini wajahnya penuh dengan cairan sperma kami, Aku segera menjejalkan penisku kemulutnya. Kugerakkan maju-mundur kepalanya, Setelah penisku bersih dari bercak sperma kini giliran keempat temanku melakukan hal yang sama denganku. Budi mengambil lap kering dan melemparkannya ke tante, Budi menyuruh tante untuk mengelap wajahnya dengan lap itu. Sementara aku mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yang tadi tante kenakan. Aku menggunting dibagian bawah dadanya, lalu menggunting kedua lengan kemejanya. Setelah wajah tante bersih, aku melemparkan kemeja dan roknya yang telah kumodifikasi sedikit.
Kemudian, aku menyuruhnya untuk memakainya kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian rok-nya tanpa CD. Tubuh tante sangat sexy memakai kemeja dan roknya yang telah kumodifikasi sedikit, Robi berpura-pura menanyakan alamat rumah tante. Tante Vina pun menjawabnya secara terbata-bata, Kami segera menyuruhnya untuk menaiki mobil.
Mereka segera menghidupkan mesin mobilnya, Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Selama didalam mobil, aku dan Alvin bergiliran menciumi bibir tante. Sementara itu, tangan kananku meremas dada kiri tante sedangkan tangan kanan Alvin meremas dada kanannya.
Kira-kira pukul 04.30 kami telah tiba dirumah Tante Vina, Kami segera menarik paksa tubuhnya turun dari mobil. Aku melihat tubuhnya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka pintu garasi, Sementara mobil yang kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Tante Vina. AGEN POKER TERPERCAYA

Comments
Post a Comment