Ngesex Dengan Pria Suruhan Suamiku Yang Sangat Memuaskan

Namaku Mila, seorang karyawati sebuah bank swasta terkenal. Ini ceritaku saat  beberapa waktu lalu, aku mengalami frigiditas dalam persetubuhan terutama sejak melahirkan anak pertamaku. Atas anjuran suamiku, aku dibawa suamiku ke dukun yang bernama Ki Angoro yang bermukim di desa kecil di luar Jakarta untuk menyembuhkan frigiditasku.

AGEN POKER TERPERCAYA


Setelah sembuh, gairahku untuk bersetubuh malah jadi menggebu-gebu. Mungkin karena dalam rangka penyembuhan tersebut aku harus mau menuruti semua persyaratan yang diajukan oleh Ki Angoro, antara lain diurut dengan semacam obat dalam keadaan telanjang bulat dan disetubuhi olehnya. Waktu itu, suamiku menyetujui persetubuhan itu dan justru disaksikan oleh suamiku. Akupun setuju asal aku dapat sembuh dari frigiditasku, mungkin juga karena kontol Ki Angoro memang benar-benar besar dan pandai sekali mencumbu sehingga membangkitkan gairahku. Ditambah dengan ramuan-ramuan yang diberikan olehnya, maka sekarang aku benar-benar sembuh dari frigiditasku dan menjadi wanita dengan gairah seks yang lumayan tinggi. AGEN POKER TERPERCAYA

Hanya saja karena ukuran kontol suamiku jauh lebih kecil dari kontol Ki Angoro, maka dengan sendirinya suamiku tidak pernah bisa memuaskanku dalam bersetubuh. "Apakah aku harus datang lagi ke tempat Ki Angoro dengan pura-pura belum sembuh?" pikirku supaya aku disetubuhi lagi olehnya. Mula-mula terbersit pikiran untuk berbuat begitu, tapi setelah kupikir-pikir lagi kok gengsi juga ya, Masa seorang istri baik-baik datang ke laki-laki lain supaya disetubuhi meskipun mengingat kontol Ki Angoro yang luar biasa besar itu.
Sering-sering aku harus memuaskan diri dengan dildo yang kubeli tempo hari di depan suamiku sehabis kami bersetubuh, karena suamiku tidak bisa memuaskan diriku. Malah sering suamiku sendiri yang merojok-rojokkan dildo itu ke dalam memekku, entah karena mengerti penderitaanku atau tidak.

Ternyata suamiku mempunyai angan-angan untuk melakukan persetubuhan three in one atau melihat aku disetubuhi oleh laki-laki lain, terutama setelah dia melihat aku disetubuhi Ki Angoro tempo hari. Pantesan sejak itu, sebelum bercinta dia selalu mengawalinya dengan angan-angannya. Angan-angan yang paling merangsang bagi suamiku adalah membayangkan aku bersetubuh dengan laki-laki lain dengan kehadiran suamiku, seperti dengan Ki Angoro tempo hari.
Setelah beberapa lama dia menceritakan angan-angannya tersebut, suatu hari dia bertanya bahwa apakah aku mau merealisasikan angan-angan tersebut. Pada awalnya aku pura-pura mengira dia cuma bercanda, Namun dia semakin mendesakku untuk melakukan itu dan aku pun bertanya apakah dia serius.
Dia jawab "Ya aku serius!"

Kemudian, dia berkata bahwa motivasi utamanya adalah untuk membuatku bahagia dan mencapai kepuasan setinggi-tingginya seperti saat melihat wajahku mencapai orgasme dengan Ki Angoro tempo hari. Selain sangat merangsang, hal itu juga memberikan kepuasan tersendiri bagi dirinya. ( ternyata waktu melihat memekku dianceli kontol gede Ki Angoro, diam-diam dia mengocok-ngocok kontolnya sendiri sampai orgasme )
Kuakui selama ini aku juga sering mengalami gejolak birahi yang tiba-tiba muncul apalagi di pagi hari saat malamnya kami melakukan persetubuhan karena suamiku tidak dapat melakukannya secara sempurna dan aku tidak sampai orgasme.
Rupanya angan-angan seksual suamiku tersebut bukan hanya sekedar angan-angan saja, akan tetapi dia sangat bersikeras untuk dapat mewujudkannya menjadi suatu kenyataan dan suamiku terus membujukku agar aku mau membantunya dalam melaksanakan angan-angannya. ( padahal sebenarnya aku sudah sangat mengharapkan, kapan rencana itu diwujudkan )

Tetapi untuk meyakinkan keseriusannya aku pura-pura terpaksa mengalah dan berjanji akan membantunya sepanjang aku dapat melakukannya, kutanyakan apakah dia tidak cemburu melihat istrinya ditelanjangi dan memeknya dianceli dengan kontol orang lain. Dia bilang sama sekali tidak, karena dia hanya ingin melihat aku bahagia dan terpuaskan dalam persetubuhan.
"Tentu saja aku akan mencarikan kau temanku yang mempunyai kontol besar dan keras, Setidak-tidaknya sama dengan kontol Ki Angoro tempo hari.." janjinya lebih lanjut.

Sejak itu dia rajin menawarkan nama-nama temannya untuk mensetubuhiku.
"Terserah kaulah, kan kau yang punya rencana aku disetubuhi temanmu.." jawabku waktu itu.
"Aku telah mengundang Edward untuk menginap di sini malam ini.." ucapnya.
Hatiku berdebar keras mendengar kata-kata suamiku itu, karena Edward teman suamiku itu adalah salah seorang idola di sekolahku dulu dan cowok yang menjadi rebutan cewek-cewek, sekaligus seseorang yang sangat kudambakan jadi pacarku semasa SMA. Suamiku kenal baik dengan dia, karena kami memang berasal dari satu kota kabupaten yang tidak seberapa besar.
Terus terang kuakui bahwa penampilan Edward sangat oke, Bentuk tubuhnya pun lebih tinggi, lebih kekar dan lebih atletis dari tubuh suamiku karena dia dulu jago basket dan olah raga yudo.

Ketika Edward datang, aku sedang mematut-matut diri dan memilih gaun yang seksi dengan belahan dada yang cukup rendah agar aku terlihat menarik. Dari cermin rias di kamar tidurku, kuamati gaun yang kukenakan terlihat sangat ketat melekat pada tubuhku sehingga lekukan-lekukan tubuhku terlihat dengan jelas. Susuku kelihatan sangat menonjol membentuk dua buah bukit daging yang indah, Tubuhku memang ramping dan berisi.
Susuku yang subur juga kelihatan sangat kenyal, Demikian pula pantatku yang cenderung nonggeng itu menonjol seakan menantang laki-laki yang melihatnya. Dengan perutku yang masih cukup rata dengan kulitku yang putih bersih membuat tubuhku menjadi sangat sempurna, Apalagi wajahku memang tergolong cantik.
Terus terang saja, dari dulu aku memang bangga dengan tubuh dan wajahku. Tiba-tiba aku baru tersadar, pantas saja suamiku mempunyai angan-angan untuk melihat aku disetubuhi oleh laki laki-lain mungkin ngin membandingkan dengan film BF yang sering kami lihat mungkin.

Setelah mematut-matut diri, aku keluar untuk menyediakan makan malam. Setelah makan malam, Edward dan suamiku duduk mengobrol di teras belakang rumah dengan santai sambil menghabiskan beberapa kaleng bir yang dicampur dengan sedikit minuman keras pemberian teman suamiku yang baru pulang dari luar negeri.
Tidak berapa lama, aku pun ikut duduk minum bersama mereka. Malam itu, hanya kami berdua ditambah Edward saja di rumah.
Saat hari sudah makin malam dan udara mulai terasa dingin, tiba-tiba suamiku berbisik kepadaku.
"Aku sudah bicara dengan Edward mengenai rencana kita, Dia setuju malam ini menginap di sini.."
"Tapi kalau kamu kurang cocok dengan pilihanku ini, kamu tidak usah takut berterus terang padaku!" bisik suamiku selanjutnya.
"Tapi kujamin kontolnya memang gede, aku beberapa kali melihatnya waktu kencing di kantor tapi soal kekerasannya kamu sendiri yang dapat membuktikannya nanti.." lanjutnya lagi.
Mendengar bisikan suamiku itu, diam-diam hatiku gemetar sambil bersorak gembira tetapi aku pura-pura diam saja dengan tidak menunjukkan sikap yang menolak atau menerima. Dalam hati aku mau lihat bagaimana reaksinya nanti bila aku benar-benar bersetubuh dengan laki-laki lain, Apakah dia nanti tidak akan cemburu melihat istrinya disetubuhi lelaki lain secara sadar dan seluruh bagian tubuh istrinya yang sangat rahasia dilihat dan dinikmati oleh laki-laki lain yang sudah amat dia kenal.

Tidak berapa lama kemudian, aku masuk ke kamar dan berganti pakaian memakai baju tidur tipis tanpa BH sehingga susuku, terutama pentil susuku yang besar itu terlihat membayang di balik baju tidur. Saat aku keluar kamar, baik suamiku maupun Edward kelihatan terpana untuk beberapa saat. Akan tetapi mereka segera bersikap biasa kembali dan suamiku langsung berkata "Ayo..!" dengan senyum penuh arti kepada kami berdua dan kamipun segera masuk ke kamar tidur.
Di kamar tidur, suamiku mengambil inisiatif lebih dulu dengan mulai menyentuh dan melingkarkan tangan di dadaku dan menyentuh susuku dari luar baju tidur. Melihat itu, Edward mulai mengelus-elus pahaku yang terbuka karena baju tidurku tersingkap ke atas. Dengan berpura-pura tenang aku segera merebahkan diri tengkurap di atas tempat tidur, Sebenarnya nafsuku sudah mulai naik karena tubuhku dijamah oleh seorang laki-laki yang tidak lain adalah idolaku waktu di SMA dulu, apalagi aku dalam keadaan hanya memakai sehelai baju tidur tipis tanpa BH.

Beberapa saat kemudian, kurasakan bibir Edward mulai menyusur bagian yang sensitif bagiku yaitu bagian leher dan belakang telinga. Merasakan gesekan-gesekan itu aku berpikir bahwa inilah saat untuk merealisasikan angan-angan suamiku. Seperti mengerti keinginanku, Edward mulai mengambil alih permainan selanjutnya.
Aku langsung ditelentangkan di pinggir ranjang, kemudian tangannya yang kiri mulai memegang sambil memijit-mijit susuku yang sebelah kanan dan tangannya yang kanan mengelus-elus bibir memekku yang masih dibalut celana dalam sambil mulutnya melumat bibirku dengan gemas. Tangan Edward yang berada di susuku mulai memelintir dengan halus ujung pentilku yang besar dan mulai mengeras.
Saat itu, sebenarnya nafsuku belum begitu meninggi tetapi rupanya Edward termasuk jagoan juga karena terbukti dalam waktu mungkin kurang dari 5 menit aku mulai mengeluarkan suara mendesis yang tak bisa kutahan.
Kulihat dia tersenyum dan menghentikan aktivitasnya, Kini Edward mulai membuka baju tidurku dan beberapa saat kemudian aku merasakan tarikan lembut di pahaku. Lalu, aku merasakan hembusan lembut hawa dingin AC di memekku yang berarti celana dalamku telah dilepas oleh Edward. Kini Edward telah menelanjangi diriku, sampai aku benar-benar dalam keadaan telanjang bulat tanpa ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhku.

Saat kulirik, Edward terlihat penuh nafsu menatap tubuhku yang telah telanjang bulat sepuas-puasnya.
Aku merasa sudah tidak ada lagi rahasia tubuhku yang tidak diketahui Edward. Maka, secara reflek dalam keadaan terangsang aku mengusap-usap kontol Edward yang telah tegang dari luar celananya. Aku mengira-ngira seberapa besar kontol Edward ini, Kemudian aku mengarahkan tanganku ke arah retseleting celananya yang telah terbuka dan menyusupkan tanganku memegang kontol Edward yang ternyata memang telah ngaceng itu.
Aku langsung tercekat saat terpegang kontol Eward yang seperti kata suamiku ternyata memang besar, Kulirik suamiku sedang membuka retseleting celananya dan mulai mengelus-elus kontolnya sendiri. Dia kelihatan benar-benar sangat menikmati adegan ini, Tanpa berkedip dia menyaksikan tubuh istrinya digauli dan digerayangi oleh laki-laki lain.
Sebagai seorang wanita dengan nafsu birahi yang lumayan tinggi, keadaan ini mau tidak mau akhirnya membuatku terbenam juga dalam suatu arus birahi yang hebat. Jilatan-jilatan Edward pada bagian tubuhku yang sensitif membuatku bergelinjang dengan dahsyat menahan arus birahi yang mulai menjalari diriku dan memekku.

Setelah beberapa saat aku memegang sambil mengelus-elus kontol Edward, tiba-tiba Edward berdiri dan membuka celana beserta celana dalamnya sehingga kontolnya tiba-tiba melonjak keluar seakan-akan baru bebas dari kungkungan dan sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas. Setelah membuka seluruh pakaiannya, kini Edward benar-benar bertelanjang bulat sehingga aku dapat melihat dengan jelas ukuran kontol Edward dalam keadaan ngaceng, yang ternyata memang jauh lebih besar dan lebih panjang dari ukuran kontol suamiku. Aku betul-betul terpana melihat kontol Edward yang sangat besar dan panjang itu, kontol yang sebesar itu memang belum pernah aku lihat ( waktu dengan Ki Angoro aku tidak sempat memperhatikan seberapa besar kontolnya karena aku agak malu-malu dan setengah sadar ).

Kemudian,dia menyodorkan kontolnya tersebut ke hadapan wajahku dan Aku melirik ke arah suamiku yang ternyata tambah asyik menikmati adegan ini sambil tersenyum puas serta mengelus-elus kontolnya karena melihat aku kelihatan bernafsu menghadapi kontol yang sebesar itu. Aku sebenarnya sudah amat terangsang tetapi aku tidak ingin menunjukkan pada Edward karena rasanya agak tidak enak hati.
Tapi entah kenapa, tanpa kusadari tiba-tiba aku telah duduk di tepi ranjang sambil menggenggam kontol itu yang terasa hangat dalam telapak tanganku. Kugenggam erat-erat, terasa ada kedutan terutama di bagian uratnya. Lingkaran genggamanku hampir penuh menggapai lingkaran batang kontolnya, Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan pernah memegang kontol sebesar ini dari seorang laki-laki lain secara sadar dan penuh nafsu dihadapan suamiku.
Kembali aku melirik kepada suamiku, Kulihat dia semakin bertambah asyik menikmati adegan ini. Justru kali ini bukan hanya mengelus-elus, tetapi malah sambil mengocok kontolnya sendiri melihat adegan istrinya yang penuh nafsu birahi sedang digauli oleh laki-laki lain.

Tiba-tiba muncul nafsu hebat terhadap idolaku itu sehingga dengan demonstratif kudekatkan mulutku ke kontol Edward, kujilati seluruh permukaannya dengan lidahku kemudian kukulum dan kuhisap-hisap dengan nafsu birahi yang membara. Aku merasa sudah kepalang basah, maka aku akan nikmati kontol itu dengan sepuas-puasnya sebagaimana kehendak suamiku.
Kuluman dan hisapanku itu membuat kontol Edward yang memang telah berukuran besar menjadi bertambah besar dan kepala kontolnya jadi tambah mengkilat merah keungu-unguan.
Kuluman dan hisapanku yang amat bernafsu itu rupanya membuat Edward tidak tahan lagi, Tiba-tiba dia mendorong tubuhku sehingga telentang di atas tempat tidur. Aku pun kini semakin nekat dan semakin bernafsu untuk melayaninya, Aku segera membuka kedua belah pahaku lebar-lebar.

"Do…" ucapku pelan dan aku bahkan tidak tahu memanggilnya untuk apa.
Sambil berlutut mendekatkan tubuhnya diantara pahaku, Edward berbisik "Ssttt...!!!" sambil kedua tangannya membuka pahaku sehingga selangkanganku terkuak yang artinya sebentar lagi kontolnya akan bercumbu dengan memekku. Benar saja, aku merasakan ujung kontolnya yang hangat menempel tepat di permukaan memekku. Tidak langsung dimasukkan di lubangnya, tetapi hanya digesek-gesekkan di seluruh permukaan bibirnya dan ini membuat memekku tambah berdenyut-denyut karena terasa sangat nikmat.
Aku benar-benar menanti puncak permainan ini, Edward menghentikan aktivitasnya itu dan menempelkan kepala kontolnya tepat di antara bibir memekku dan terasa tepat di ambang lubang memekku. Aku benar-benar menanti tusukannya.

"Oocchh.. Ddoo... please..." pintaku memelas.
Sebagai wanita di puncak birahi, aku betul-betul merasa tidak sabar dalam kondisi seperti itu. Sesaat aku lupa kalau aku sudah bersuami, yang aku lihat cuma Edward dan kontolnya yang besar dan panjang. Ada rasa deg-degan dan rasa ingin cepat merasakan bagaimana rasanya dicoblos kontol yang lebih besar dan lebih panjang.
"Ooouugghhh……" batinku yang merasa tak sabar benar untuk menunggunya.
Tiba-tiba aku merasakan sepasang jemari membuka bibir-bibir memekku, lebih dahsyat lagi aku merasakan ujung kontol Edward mulai mendesak di tengah-tengah lubang memekku. Aku mulai gemetar hebat karena tidak mengira akan senikmat ini, aku akan merasakan kenikmatan bersetubuh.

Perlahan-lahan Edward mulai memasukkan kontolnya ke dalam memekku, Aku berusaha membantu dengan membuka bibir memekku lebar-lebar. Kelihatannya sangat sulit kontol sebesar itu masuk ke dalam lubang memekku yang kecil, Tangan Edward yang satu memegang pinggulku sambil menariknya ke atas sehingga pantatku agak terangkat dari tempat tidur, sementara tangannya yang satu memegang batang kontolnya yang diarahkan masuk ke dalam lubang memekku.
Pada saat Edward mulai menekan kontolnya, aku mulai mendesis-desis "Sssshhhhh…… Eddward…… pelan-ppelan, ssshhhh……" desisku gemetar.
Sedikit demi sedikit aku merasakan terisinya ruangan dalam lubang memekku, Seluruh tubuhku benar-benar merinding saat merasakan kepala kontolnya mulai terasa menusuk mantap di dalam lubang memekku yang diikuti oleh gesekan dari urat-urat batang kontol itu setelahnya.
Aku sendiri tidak mengira kontol sebesar dan sepanjang tadi bisa masuk kedalam lubang memekku yang kecil, Walaupun belum seluruh kontol Edward masuk ke dalam memekku. Rasanya seperti ada yang mengganjal, untuk menggerakkan kaki saja rasanya agak aneh tetapi sedikit demi sedikit aku mulai bisa menyesuaikan diri dan menikmati rasanya.
Saat hampir seluruh batang kontol Edward amblas masuk ke dalam lubang mememkku, tanpa sengaja aku terkejang sehingga berakibat bagian dinding dalam memekku seperti meremas batang kontol Edward. Aku agak terlonjak sejenak saat merasakan kontol Edward seperti berkerojot di dalam lubang memekku akibat remasan tersebut.
Aku terlonjak bukan karena kontol itu merupakan kontol dari seorang laki-laki lain yang pertama yang kurasakan memasuki tubuhku akan tetapi karena aku merasakan kontol Edward memang terasa lebih istimewa dibandingkan kontol suamiku maupun kontol Ki Angoro, baik dalam ukuran maupun ketegangannya.

Oleh karena itu, secara refleks aku mengangkat kedua belah pahaku tinggi-tinggi dan menjepit pinggang Edward erat-erat untuk selanjutnya aku mulai mengoyang-goyangkan pinggulku mengikuti alunan gerakan tubuh Edward.
Saat itu kakiku masih menjuntai di lantai karpet kamar, Tanganku memegangi lengannya yang mencengkeram pinggulku. Aku menariknya kembali saat Edward menarik kontolnya dari memekku tapi belum sampai tiga perempat kontolnya berada di luar memekku, tiba-tiba dia menghujamkannya lagi dengan kuat.
Aku nyaris menjerit menahan lonjakan rasa nikmat yang disiramkan kepadaku secara tiba-tiba itu, beberapa kali Edward melakukan hujaman-hujaman ke dalam lubang memekku tersebut. Hujaman itu seperti menyiramkan rasa nikmat yang amat sangat ke tubuhku, Aku begitu terangsang dan semakin terangsang seiring dengan semakin seringnya permukaan dinding lubang memekku menerima gesekan-gesekan dari urat-urat kontol Edward yang seperti kabel-kabel yang menjalar-jalar itu.

Tahap ini sepertinya sebuah tahap untuk melakukan start menuju ke sebuah ledakan yang hebat, aku merasakan memekku berdenyut-denyut hebat seiring dengan semakin membengkaknya rasa nikmat di area selangkanganku. Tubuh kami sebentar menyatu, kemudian sebentar lagi merenggang diiringi desah nafas kami yang semakin lama semakin cepat.
Sementara itu, aku pun kembali melirik ke arah suamiku dan terlihat suamiku agak ternganga menyaksikan bagaimana diriku disetubuhi oleh Edward. Melihat penampilan suamiku itu, timbul kembali rasa puas di hatiku, maka secara lebih demonstratif lagi kulayani permainan Edward sehebat-hebatnya secara aktif bagaikan adegan dalam sebuah BF.

Keadaan ini tiba-tiba menimbulkan suatu kepuasan lain dalam diriku, Bukan saja disebabkan oleh kenikmatan persetubuhan yang sedang kualami bersama Edward akan tetapi aku juga memperoleh suatu kepuasan lain karena aku telah dapat melaksanakan angan-angan suamiku. Suamiku menghendaki aku bersetubuh dengan laki-laki lain dan malam ini akan kulaksanakan sepuas-puasnya.
Tiba tiba Edward semakin mempercepat hunjaman-hunjaman kontolnya ke dalam lubang memekku, Tentu saja ini membuat aku semakin bernafsu sampai-sampai mataku terbeliak dan mulutku agak terbuka sambil kedua tanganku merangkul pinggulnya kuat-kuat. Aku tadinya tak menyangka sedikitpun kalau kontol Edward yang begitu besar mulai bisa dengan lancar menerobos lubang memekku yang sempit, sepertinya aku belum siap menerima hunjaman kontol dengan ukuran sedemikian besar itu karena terasa bibir memekku sampai terkuak-kuak lebar dan seakan-akan tidak muat untuk menelan besar dan panjangnya kontol Edward.

"Ooukkhhss.. sshhh.. Edward ..! Terruuss.. terruss… mmmhhh…!" rintihku merasakan kenikmatan yang semakin lama semakin hebat dimemekku.
"Hhhmmh.. memekmu nikmat sekalii... uukkhh.. uukkhh.." Edward mulai mengeluarkan kata-kata vulgar yang menambah nafsu birahiku mendengarnya.
Gejolak birahi Edward ternyata makin menguasai tubuhnya, tanpa canggung lagi ia terus menghujam-hujamkan kontolnya mencari dan menggali kenikmatan yang ia ingin berikan kepadaku. Untuk tambah memuaskanku dan dirinya juga, batang kontol Edward terus menyusupi lubang memekku sehingga akhirnya betul-betul amblas semuanya.
"Aarrgcchhhhh…!!" aku melenguh panjang, kurasakan badanku merinding hebat dan wajahku panas.
Mataku memandang Edward dengan pandangan sayu penuh arti meminta sesuatu, yaitu meminta diberi rasa nikmat yang sebesar-besarnya. Edward kelihatan betul-betul terpana melihat wajahku yang diliputi ekspresi sensasional itu, Edward tambah aktif lagi bergoyang menarik ulur batang kontolnya yang besar itu sehingga dinding memekku yang sudah dilumuri cairan memekku itu terasa tambah banjir dan licin.
"Ohh.. sshhh.. enak sekali kontolmu…!! Oougghh.. teruss…. teerruuss..!!!" Aku mendesah, merintih dan mengerang sepuas-puasnya.
Dengan penuh nafsu kami saling berpelukan sambil berciuman, Nafas kami saling memburu kencang dan lidah kami saling mengait serta saling menyedot.

Edward mendengus-dengus bagai harimau terluka, genjotannya makin ganas saja. Mata Edward terlihat lapar menatap susuku yang putih montok dikelilingi bulatan coklat muda di tengahnya dan pentilku yang sudah begitu mengeras karena birahiku yang sudah demikian memuncak. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Edward langsung menyedot pentil susuku yang begitu menantang itu.
Tubuhku menggelinjang hebat, susuku pun makin kubusungkan dan dadaku kugerakkan ke kiri serta ke kanan supaya kedua pentil susuku yang makin gatal itu mendapatkan giliran dari serbuan mulutnya. Desahan penuh birahi langsung terlontar tak tertahankan begitu lidah Edward yang basah dan agak kasar itu menggesek pentil susuku yang peka.
Edward begitu bergairah menjilati, menghisap susu dan pentilku di sela-sela rintihanku yang sedang menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini.
"Oouugghhss.. oouugghhss.. sshhhh… teruss Edward… terus" aku makin meracau tidak karuan dan pikiranku sudah tidak jernih lagi, terseret di dalam pergumulan persetubuhan dengan Edward dan tubuh telanjangku serasa seenteng kapas melambung tinggi sekali.

Tubuhku akhirnya mengejang sambil memeluk tubuh Edward erat sekali sambil menjerit-jerit kecil tanpa sadar.
"Aaacchh… Edward… mmmhhhh… kontolmmuu… akuu…… keluaarrrr……" jeritku keenakan.
Badan telanjangku terasa berputar-putar merasakan semburan kenikmatan yang dahsyat diterjang gelombang orgasme, kontol Edward masih terus menggenjot lubang memekku dan aku hanya pasrah dipelukannya mengharapkan gelombang kenikmatan selanjutnya. Lebih dari sejam Edward menyetubuhiku tanpa henti, aku makin lama makin terseret di dalam kenikmatan pergumulan persetubuhan yang belum pernah kurasakan.
Tubuhku akhirnya melemas setelah aku menyemburkan lagi cairan memekku untuk kesekian kalinya, bersamaan dengan Edward yang juga rupanya sudah tidak tahan lagi dan mencapai orgasmenya.
”Aaacchhh….. oooccchhh… Miilllaaa… memekmu nikmat sekaliiii… aduhh… akuu keluarrr…" erangnya sambil menyemburkan pejunya di dalam memekku.
Kemudian, untuk beberapa saat Edward masih membiarkan kontolnya menancap di dalam memekku dan akupun tidak mencoba untuk melepas kontol itu dari memekku. Setelah agak beberapa lama, Edward mengeluarkan kontolnya yang ternyata masih berdiri dengan tegar walaupun sudah orgasme di lubang memekku. Walaupun kontolnya masih sangat tegar berdiri dengan kerasnya, Edward menghentikan persetubuhan ini karena dia meminta suamiku menggantikannya untuk menyetubuhiku.

Kini giliran dia yang akan menonton diriku disetubuhi oleh suamiku sendiri yang ternyata entah sejak kapan sudah bertelanjang bulat, Suamiku dengan segera menggantikan Edward dan mulai menyetubuhi diriku dengan hebat. Kurasakan nafsu birahi suamiku sedemikian menyala-nyala sehingga sambil berteriak-teriak kecil dia menghunjamkan kontolnya yang kecil itu ke dalam lubang memekku.
Akan tetapi apakah karena aku masih terpengaruh oleh pengalaman yang barusan kudapatkan bersama Edward, maka saat suamiku menghunjamkan kontolnya ke dalam lubang memekku kurasakan kontol suamiku itu kini terasa hambar. Kurasakan otot-otot lubang memekku tidak lagi sedemikian tegangnya menjepit kontol suamiku, sebagaimana saat kontol Edward yang berukuran besar dan panjang itu menerobos sampai ke dasar lubang memekku.
Mungkin disebabkan pengaruh minuman alkohol yang terlalu banyak, atau mungkin juga suamiku telah berada dalam keadaan yang sedemikian rupa sangat tegangnya sehingga hanya dalam beberapa kali saja dia menghunjamkan kontolnya ke dalam lubang memekku dan dalam waktu kurang dari satu menit, suamiku telah mencapai puncak ejakulasi dengan hebat.
Malahan karena kontol suamiku tidak berada dalam lubang memekku secara sempurna, dia telah menyemprotkan separuh pejunya agak di luar lubang memekku dengan berkali-kali dan sangat banyak sekali sehingga seluruh permukaan memekku sampai ke sela paha dan jembutku basah kuyup dengan peju suamiku.

Selanjutnya, suamiku langsung terjerembab tidak bertenaga lagi terhempas kelelahan di sampingku. Sementara itu, karena aku pasif saja waktu disetubuhi suamiku dan membayangkan kontol Edward yang luar biasa itu maka aku sama sekali tidak kelelahan, malah nafsuku kembali memuncak. Bagaikan seekor kuda betina binal aku jadi bergelinjangan tidak karuan karena aku ingin mengalami puncak orgasme lagi dengan disetubuhi oleh Edward, Tapi yang disampingku kini suamiku yang telah lemas dan tak berdaya sama sekali.
Oleh karena itu, dengan perasaan kecewa berat aku segera bangkit dari tempat tidur dalam keadaan tubuh yang masih bertelanjang bulat hendak menuju kamar mandi yang memang berada di dalam kamar tidur untuk membersihkan cairan-cairan bekas persenggamaan yang melumuri selangkangan dan tubuhku.
Namun untunglah, seperti mengerti perasaanku tiba-tiba Edward yang masih dalam keadaan bertelanjang bulat dan ngaceng kontolnya itu memelukku dari belakang sambil memagut serta menciumi leherku secara bertubi-tubi. Selanjutnya, dia membungkukkan tubuhku ke pinggir ranjang. Aku kini berada dalam posisi menungging, Dalam posisi yang demikian Edward menusukkan kontolnya ke dalam memekku dari belakang dengan garangnya.
Karena posisiku menungging, aku jadi lebih leluasa menggoyang-goyangkan pantatku yang tentu saja memekku juga ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan. Hal ini membuat Edward semakin bernafsu menghujam-hujamkan kontolnya ke dalam memekku sehingga dengan cepat tubuhku kembali seperti melayang-layang merasakan kenikmatan yang tiada tara ini.
"Edward… oooccchhhh… aacchhh… aku mau keluarrr…" rintihku sambil mencengkeram pinggir ranjang, aku telah mencapai puncak persetubuhan terlebih dahulu.

Begitu aku sedang mengalami puncak orgasme, Edward menarik kontolnya dari lubang memekku sehingga seluruh tubuhku terasa menjadi tidak karuan dan kurasakan lubang memekku berdenyut agak aneh dalam suatu denyutan yang sangat sukar sekali kulukiskan dan belum pernah kualami.
Namun walaupun sudah orgasme, aku masih mau melanjutkan persetubuhan ini. Dalam keadaan yang demikian, tiba-tiba Edward yang masih bertelanjang bulat sebagaimana juga diriku, menarikku dan mengajakku tidur bersamanya di kamar tamu di sebelah kamarku.
Bagaikan kerbau dicocok hidung, aku mengikuti Edward ke kamar sebelah. Kami berbaring di ranjang sambil berdekapan dalam keadaan tubuh masing-masing masih bertelanjang bulat bagaikan sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu.
Kemudian, Edward melepaskan pelukannya dan menelentangkan diriku. Lalu, dengan bernafsu menciumi susuku dan menyedot-nyedot pentilnya yang mancung itu sehingga aku kembali merasakan suatu rangsangan birahi yang hebat. Tidak lama kemudian, tubuh kami kami pun udah bersatu kembali dalam suatu permainan persetubuhan yang dahsyat.

Kali ini rupanya Edward ingin mengajakku bersetubuh dengan cara yang lain, Mula-mula Edward membalikkan tubuhku sehingga posisiku kini berada di atas tubuhnya. Selanjutnya, dengan spontan kuraih kontol Edward dan memandunya ke arah lubang memekku. Kutekan tubuhku agak kuat ke tubuh Edward dan mulai mengayunkan tubuhku turun-naik di atas tubuhnya,Awalnya secara perlahan-lahan tetapi lama-kelamaan semakin cepat dan kuat sambil berdesah-desah kecil
"Occhhh… oocchhh… acchhh… sssshhhh…" dibuai kenikmatan.
Sementara itu, Edward dengan tenang telentang menikmati seluruh permainanku sampai tiba-tiba kurasakan suatu ketegangan yang amat dahsyat dan dia mulai mengerang-erang kecil
"Oocchhh… oocchhh… Milaa… memekmuu… mmmhhhhh…"
Akupun semakin cepat menggerakkan tubuhku turun-naik di atas tubuh Edward dan nafasku pun semakin memburu, berpacu dengan hebat menggali seluruh kenikmatan tubuh laki-laki yang berada di bawahku. Tidak berapa lama kemudian aku menjadi terpekik kecil melepaskan puncak ejakulasi dengan hebat.
"Ooocchhhh… mmmhhhh… ooccchhhh… mmmhhhh……" pekikku keenakan dan tubuhku pun langsung terkulai menelungkup di atas tubuh Edward.

Tapi Edward belum sampai pada puncaknya, Kemudian, dengan sigap dia menelentangkan tubuhku di atas tempat tidur dan mengangkat tinggi-tinggi kedua belah pahaku ke atas sehingga lubang memekku yang telah basah kuyup oleh cairan memekku tersebut menjadi terlihat jelas menganga dengan lebar.
Edward mengacungkan kontolnya yang masih berdiri dengan tegang itu ke arah lubang memekku dan menghunjamkan kembali kontolnya tersebut ke lubang memekku dengan garang. Aku menjadi terhentak bergelinjang kembali saat kontol Edward mulai menerobos dengan buasnya ke dalam tubuhku dan membuat gerakan mundur-maju dalam lubang memekku. Aku pun kini semakin hebat menggoyang-goyangkan pinggulku mengikuti alunan gerakan turun-naiknya kontol Edward yang semakin lama semakin cepat merojok-rojokkan kontol besarnya ke lubang memekku.

Aku merasakan betapa lubang memekku menjadi tidak terkendali, berusaha menghisap dan melahap kontol Edward yang teramat besar dan panjang itu sedalam-dalamnya serta melumat seluruh otot-ototnya yang kekar dengan rakusnya. Selama pertarungan itu, beberapa kali aku terpekik agak keras karena kontol Edward yang tegar dan perkasa itu menggesek bagian paling dalam memekku.
Akhirnya, bersamaan dengan orgasmeku yang entah ke berapa kali aku tak ingat lagi, kulihat Edward tiba juga pada puncaknya.
"Mmiiillaaa… ooocchhh… ooccchhhh… Mmiillaa… memekmuuu… ooccchhh… aku keluarrr…" rintihnya dengan mimik wajah yang sangat luar biasa, dia menyebut-nyebut namaku sambil mengeluarkan kata-kata vulgarnya lagi dan melepaskan puncak ejakulasinya secara bertubi-tubi menyemprotkan seluruh pejunya di dalam memekku dalam waktu yang amat panjang.
Sementara itu, kontolnya tetap dibenamkannya sedalam-dalamnya di lubang memekku sehingga seluruh pejunya terhisap dalam memekku sampai titik penghabisan. Setelah beberapa lama kami tergolek melepaskan lelah, Edward mulai bangkit dan menciumi wajahku dengan lembut yang segera kusambut dengan mengangakan mulutku sehingga kini kami terlibat dalam suatu adegan cium yang mesra penuh dengan perasaan selayak suami dan istri. AGEN POKER TERPERCAYA

Comments

Popular posts from this blog

Ditilang Polisi Ganteng Yang Akhirnya Minta Ngentot

Tergoda Istri Tetangga Dari Mengintip Dan Akhirnya Bisa Kunikmati

Menjadi Supir Sekaligus Gigolo Majikanku Yang Bernafsu Besar