Ngesex Sama Satpam Kompleks

Pagi hari itu aku bangun pagi sekali, hari itu aku sedang libur sekolah karena seluruh kelas dipergunakan untuk UN. Karena enggak bisa tidur lagi, aku memutuskan untuk olah raga pagi. Biasa, untuk menjaga stamina tubuhku, aku selalu senam sendiri dirumahku, selain halaman belakang rumahku yang luas, papaku juga menyediakan satu ruangan yang dilengkapi peralatan fitnes.

AGEN JUDI POKER ONLINE


Aku mengenakan kaos ku yang paling enak dipakai, dan yang dapat menyerap keringat, kaosku santai sekali, berlengan pendek sebatas pangkal lengan, dengan belahan dada yang rendah, sampai-sampai gumpalan gunung kembarku yang gempal itu nampak tersembul keluar. AGEN JUDI POKER ONLINE
Aku tidak memakai BH karena aku agak gerah dgn BH ku yang mulai terlalu kecil itu, juga aku belum sempat untuk membeli BH baru dengan ukuran yang pas, sedang payudaraku udah semakin besar.
Kupakai celana pendek yang agak ketat, saking pendeknya sampai-sampai pada saat aku berdiri tegakpun, buah pantatku yang bulat itu nampak tersembul indah dan sexy.
Selesai olah raga diruang olah raga, aku ambil sepedaku dan mulai bersepeda di kompleksku yg masih sepi itu. saat itu kurang lebih pukul 05.30 pagi, suasana masih agak dingin, masih gelap dengan penerangan lampu jalan. Di tikungan jalan, beberapa blok dari rumahku, ada pos hansip yang agak gelap karena bola lampunya yg mungkin hanya 20 watt saja.
Disana ada seorang hansip yg sedang tidur-tiduran, hansip itu terlihat masih muda sekali, menurutku kurang lebih baru berusia 20 tahun. Timbul niat isengku untuk menggodanya, sambil bersepeda dari jauh kutarik kausku agar lebih kedepan, agar susuku lebih nampak jelas, karena sepedaku adalah sepeda balap, jadi aku harus menunduk apabila aku memegang setir nya. Kuhentikan sepedaku didepan pos nya dan berpura-pura kecapaian.

‘Pagi bang. kok tiduran bang? hayooo…enggak jaga yaa?’ sapaku.
‘Eh…, pagi non’, sahutnya sambil menguap, dia bangkit duduk dan mengarahkan pandangannya kepadaku.
Matanya tertumbuk pada susuku yg nampak jelas sekali disela-sela belahan kausku yang lebar itu, dia terbelalak.
‘Anu non, ketiduran…, capek…..’ katanya tergagap karena kaget dan matanya yg membelalak tetap tertuju pada dua gumpalan susuku itu, buah dadaku tergantung dan putingnya yg indah itu mencuat indah.
‘Kenapa non? ada yang bisa dibantu?’ tanyanya.
Aku menjawab,
‘Ini bang, aku tadi terjatuh dan punggungku serta pantatku sakit sekali sekarang, bisa bantu pijit enggak bang?’ godaku.
Dia memperhatikan aku dengan seksama, seperti orang yang sedang menilai-nilai, wajah cantik, bahkan bisa dibilang cantik sekali, kulitnya juga putih bersih, mulus, tubuh kecil, tapi pinggulnya udah membentuk indah sekali, seperti gadis umur 20-an, pantatnya bulat sempurna, apalagi susu nya itu, daritadi dia memperhatikan susuku.
Sambil menengok kesekelilingnya, untuk melihat keadaan, dia berkata
‘Mari non, duduk didalam sini, biar aku pijitin.’
Kuletakkan sepedaku dipinggir pos dan aku masuk kedalam pos ukuran 2 x 2 meter itu. Saat berdiri, kuperhatikan dia melihat puting susuku menonjol dari balik kausku, semakin menampakkan keindahan susuku, kulihat kontolnya udah ngaceng berat, wahh…asyik pikirku mesum, aku mulai memikirkan kontol itu dalam genggamanku.
Didalam pos, aku duduk disampingnya sambil membelakanginya, kuarahkan punggungku, dia dengan terampil mulai memijiti punggungku, tapi tidak lama. Dia mulai mengarahkan pijitannya ke bongkahan pantatku, katanya, ‘Agak nungging dikit non, aku enggak bisa mijit kalau non duduk’ , aku merubah posisiku, kutunggingkan pantatku kearahnya, tapi dia bukannya memijit malah melorotkan celanaku, plus celana dalamku juga.

Tanpa basa-basi, dia mulai menciumi pantatku, diciuminya memekku yg terbuka itu dengan mulutnya.
‘Non pengen aku begini kan ….mmmhhh?’ katanya berani, aku cuman mendesis-desis nikmat
‘Aahhh….emmmh..aahhh, mmhhh…iya bang, jilatin memekku ya bang…, aku lagi pengen banget niihhh…’, dia semakin berani memasukkan lidahnya kememekku, aku semakin geli dibuatnya.
Dia bangkit sebentar, lalu dia padamkan lampu didalam pos itu, khawatir ada yang lewat dan melihat kami didalam pos itu.
Dia melanjutkan aksinya, sekarang dia mulai meremas remas susuku yang dari tadi diincarnya, kausku dilepasnya dengan cepat, aku menjadi telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun, didalam pos hansip, dipinggir jalan kompleks ku sendiri.
Dia mulai melepasi pakaiannya sendiri, ternyata dia hanya memakai kemeja seragam, dibalik sarungnya dia tidak mengenakan apapun, terlihat olehku kontolnya yang udah ngaceng keras sekali, hitam, mengacung keatas, dengan otot-ototnya yang melingkar-lingkar, aku terkesima melihat kontol yang hitam itu.
Dia membalik tubuhku dan ditelentangkan diatas meja, dia membentuk gaya 69 kontolnya diarahkan kewajahku sambil wajahnya sendiri mengarah kememekku, dia menyuruhku menggengam kontolnya dan berkata,
‘Ayo non, kau masukkan kontolku kedalam mulut mu itu, jilati dan hisap, cicipi kontolku ini’, dia sendiri kembali mengaduk-ngaduk memekku dan lubangnya dengan lidahnya. sambil kugenggam, aku masukkan kontolnya kedalam mulutku dan mulai mengemotnya, tanganku mengocok-ngocok kontolnya.
‘Aaahhh..aahhhh….ennaaakkk’ dia menikmati permainan lidahku. sementara memekku juga geli karena lidahnya dan aku pun ikut mendesah.
‘Aaahhh..aahhhh….’

Kelihatannya dia nggak mau lama-lama, dia ingin permainan yang lebih dalam, tubuhku diangkat dan ditempelkan kedinding pos, tangannya menyanggah kedua kakiku dengan kedua lututku terlipat, kedua paha dan memekku terbuka lebar, dengan posisi tubuhku digendongnya seperti itu, diapun mulai menancapkan kontolnya kememekku,
‘Ssslluuuppphhh…..’
‘Addduuuhh…aduuhh baaaanng…enaak sekaliiii…terusss baaaang…terusssiinn…lebih dalaaaammm…, lebih dalaam lagii…’ teriakku nikmat, sambil menjepit pinggangnya dengan kakiku, kontolnya menancap dalam sekali dengan posisiku seperti itu,
‘Aahhh…aduuh..memekmu enaak sekali nnooonnn…, seemmmpiiit.. bangeett…’ serunya sambil menambah kekuatan hujaman kontolnya.
Sementara kontolnya keluar masuk dengan kerasnya, tanganku memeluk kepalanya , kupeluk erat dan kusodorkan susuku untuk dilumatnya. Indah sekali pemandangan didalam pos itu, tubuhku didesaknya kedinding pos itu sambil kontolnya menancap dimemekku, mulutnya mengulum puting susuku dengan liar.
‘Ssppp…ssppphh…’ seluruh buah dadaku dijilatinya, putingku dilumatnya, digigiti dengan gemasnya, kelihatannya dia benar-benar mengagumi buah dadaku, mulutnya bergantian mengulum kedua susuku ini.
Tidak lama kemudian dia mendesis ditelingaku,
‘Aduuh…adduuhh.. aakkuu … mm ..aauu… keluarrrr nnnnooooo..oonn….’, aku juga tak mau ketinggalan,
‘Mmhh…sssshhh…aakkuu juggaa baaangg…jangan keluarin didalamm..yaa banng.. jangaan … didalam yyaaaaaa…. aaaaahhhhh…’ aku keluarkan cairanku dengan kenikmatan yg luar biasa,
tapi kelihatannya dia enggak ada niatan untuk mencabut kontolnya dari memekku, aku merasakan semburan pejuhnnya didalam memekku.
‘aaaahhh…aahhh…hmmm….oohhhh…udaahh keeluuaarr.. nooonn…’, aku melihat si hansip itu menikmati sekali semburan pejuhnya didalam memekku
dia kelihatan sangat menikmati tubuhku, dia tidak henti-hentinya meremas-remas buah dadaku yang gempal itu.

‘Maapin abang ya non, tadi abang enggak sempat ngeluarin…, enggak apa-apa ya?’ tanyanya sambil mesem. Sial, kupikir. enak aja bilang nggak sempat.
‘Iya udah deh… kan udah telanjur…’ sautku agak dongkol.
Setelah itu, dia terbaring lemas tanpa sehelai benangpun ditubuhnya, sambil tangannya tetap menggenggan buah dadaku. Kontolnya udah terjulai lemas.
‘Eemmhhh.. non, enak sekali memekmu itu, aku belum pernah merasakan memek anak gedongan yang kaya , kapan non bakal bersepeda pagi lagi?’
‘Hmm, enak yah? kontolmu itu juga enak bang, tapi aku nggak mau sering-sering beginian, entar aku bisa hamil kalo pejuhmu selalu keluar didalam memekku ini…’
Gini aja, kalo aku pengen ngerasain kontolmu lagi, aku akan datang kesini lagi…, tapi lain kali kalo keluarin pejuhmu jangan didalam yah…’
‘Baik deh non, tapi keluarin nya dimana dong? habis lebih enak kalo keluarnya didalam, sambil goyang gitu…’ ‘Ya udah, lain kali keluarin pejuhmu didalam mulutku aja, biar aku enggak hamil, lagipula aku suka ngerasain pejuh didalam mulutku kok…’ jawabku
Si hansip muda itu hanya terbelalak dan kulihat kontolnya mulai ngaceng lagi. Aku cepat-cepat keluar dari pos itu, sebelum aku digarapnya lagi, bisa hamil nanti.  Akupun mengenakan kembali pakaianku dan melanjutkan bersepeda lagi. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. AGEN JUDI POKER ONLINE

Comments

Popular posts from this blog

Ditilang Polisi Ganteng Yang Akhirnya Minta Ngentot

Tergoda Istri Tetangga Dari Mengintip Dan Akhirnya Bisa Kunikmati

Menjadi Supir Sekaligus Gigolo Majikanku Yang Bernafsu Besar